Mahasiswa KSM Unisma Malang Ubah Limbah Jeruk Busuk jadi Pupuk Organik

Kuliah kerja nyata (KKN) atau Kandidat sarjana mengabdi (KSM) adalah salah satu mata kuliah berkehidupan bermasyarakat yang dikembangkan melalui kegiatan pengabdian dalam berbagai segi kehidupan bersmasyarakat. KSM Unisma Malang ini dilaksanakan dengan harapan mahasiswa mampu menerapkan ilmu yan telah dipelajari untuk memecahkan masalah serta menjadi penggerak dalam melakukan perubahan.

Kegiatan yang telah dilakukan oleh KSM tematik kelompok 101 pada tanggal 6 Agustus 2021 bertempat di tempat pembuangan sampah (TPS) Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang dengan tema “Pemberdayaan masyarakat desa dalam optimalisasi limbah pertanian”.

Tema ini dipilih dengan latar belakang masyarakat desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang yang mayoritas penduduknya merupakan petani jeruk. Kelompok ini di dampingi oleh satu dosen pembimbing lapangan yaitu, Ibu DR.Ir. Mudawamah, M. Si.

Kelompok 101 mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan pupuk organik meliputi, Em 4, kotoran kambing, tetes tebu, dan jeruk busuk, jerigen, dan plastik penutup. Beberapa bahan yang dicantumkan memiliki fungsi ganda yaitu, Em4, tetes tebu dan jeruk busuk.

Selanjutnya mahasiswa mulai melakukan eksekusi pembuatan pupuk organik dengan kotoran kambing. Progam kerja ini dimulai dengan membuat cekungan pada tanah dengan kedalaman 20 cm, kemudian tanah yang cekung diisi oleh jeruk busuk, lalu jeruk busuk tersebut ditutup oleh kotoran kambing hingga merata, setelah merata jeruk busuk disiram oleh campuran Em4, molase dan air, ulangi step step tersebut sampai membentuk 3 lapisan setelah itu kita tutup pakai plastik yang telah disiapkan.

Pada hari ketiga mahasiswa mempersiapkan jeruk yang akan ditempatkan untuk eco enzim dengan merendam jeruk pada plastik yang telah disiapkan dan ditutup dengan rapat agar tidak terkontaminasi oleh hal hal yang tidak diinginkan.

Dan pada 14 Agustus 2021 jeruk yang telah direndam dimasukkan dalam jerigen kemudian ditambah dengan irisan batang pisang setelah itu diisi dengan campuran air Em4 dan molase sampai penuh kemudian ditutup dengan rapat.

Kegiatan KSM dari Unisma Malang ini juga menarik perhatian petani yang mempunyai lahan di sekitar tps, mereka datang dan menanyakan tentang kegiatan yang kami laksanakan, mereka juga berharap pupuk organik buatan mahasiswa ksm unisma dapat berhasil dan berguna bagi warga setempat sehingga mampu mendorong kemajuan petani desa. (*)

sumber timesindonesia.co.id

Attachments